Berada di rumah saja untuk waktu yang lama, pasti membosankan bagi siapa saja, termasuk anak-anak. Padahal pada masa pertumbuhan, anak-anak membutuhkan banyak stimulan untuk membuat otak berkembang dengan optimal. Melakukan interaksi dengan orang lain (di luar keluarga) sangat penting untuk melatih kemampuan bersosialisasi.
Selama ini, anak bungsu saya, Arif memang lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain game atau menonton film kartun. Iya, sih itu dilakukan selepas jam belajar di rumah. Yang saya khawatirkan adalah kegiatan pasif tersebut sangat kurang untuk memberinya pengalaman berinteraksi.

Saya beruntung dapat info dari teman tentang adanya program dari Shimajiro Club yaitu Shimajiro Online Event. Ini adalah salah satu dari kegiatan Edukatif Kodomo Challenge yang berupa penayangan film, kelas menari, dan storytelling. Wah, sebuah tawaran alternatif baru untuk mengisi waktu di rumah dengan sesuatu yang valuable, nih.

Saya langsung menawari Arif untuk menonton slah satu film yang ditawarkan di sini, yaitu Shimajiro Movie “Shimajiro dan Nyanyian Paus”. Arif juga antusias waktu saya katakan kalau acara menonton ini akan dilakukan secara online, bukan lewat televisi, channel YouTube atau bahkan VCD film anak yang selama ini sering ia tonton. Menurut informasi yang saya baca film kartun anak ini memungkinkan Arif untuk berpikir dan bergerak secara aktif, wah cocok banget, nih.

Membeli Tiket “Bioskop” Online

Seperti ini capture e-tiket Shimajiro dan Nyanyian Paus

 

Arif makin tertarik ketika saya ceritakan bagaimana cara membeli tiket menonton film secara online, dan bagaimana cara nanti menontonnya. Setelah membeli tiket seharga Rp.64.000, saya dapat email yang berisi e-tiket untuk mengakses link film pada hari-H. Saya dapat jadwal penayangan perdana tanggal 20 Oktober 2020. Pada saat membeli tiket (tanggal 15 Oktober 2020), saya juga diharuskan mengisi alamat pengiriman paket nonton film berupa ebook dan megaphone.

Alhamdulillah paket sudah sampai di rumah tanggal 18 Oktober. Jadi tiket nonton memang sudah termasuk paket buku, megaphone dan ongkos pengiriman paket. Seperti halnya menonton bioskop, tiket yang saya peroleh juga hanya untuk satu kali menlihat tayangan. Kalau masih ingin mengulang fimnya, berarti harus membeli tiket lagi.

Saatnya Menyaksikan Shimajiro Movie “Shimajiro dan Nyanyian Paus”

Arif menonton Shimajiro dan Nyanyian Paus

Dua hari menjelang pemutaran perdana film Shimajiro dan Nyanyian Paus, ada email masuk yang mengingatkan bahwa hari itu adalah H-2 dari jadwal menonton. Hehe.. pas banget buat saya yang suka lupa kalau nggak dicatat, untuk ada reminder.
Sampai juga pada tanggal 20 Oktober, dimana Arif sudah siap dengan megaphonenya. Sedangkan audio book sudah beberapa kali ia baca. Jam tayang film Shimajiro mulai pukul 10.30-11.40, jadi sekitar 70 menit. Arif yang hari itu tetap sekolah dari rumah, bersegera menyelesaikan tugas dua mata pelajaran yang diberikan gurunya.

Pukul 10.15, laptop sudah siap dengan link film. Arif sudah siap juga dengan megaphone. Tiba-tiba dia mondar-mandir mencari sesuatu dengan setengah berlari. Rupanya ia lupa meletakkan audio book Shimajiro dan Nyanyian Paus. Untung saya ingat dimana Arif meletakkannya untuk terakhir kali. Dengan berbinar dia menerima audio biik yang saya temukan di tumpukan buku pelajaran.

Shimajiro dan Nyanyian Paus_petualangan

Jam menonton film secara online pun tiba. Arif terlihat menikmati sambil tetap memegang megaphoneyang terbuat dari kertas. Pada saat Shimajiro mengajak menggunakan megaphone, Arif antusias mengikutinya. Begitu juga saat ada pertanyaan di sela-sela cerita, Arif ikut menjawab dengan segera.

Menunggu Jeda Film Shimajiro dan Nyanyian Paus

Setelah sekitar 30 menit pemutaran film, tiba-tiba Arif terdiam. Saya pikir ada gangguan jaringan internet. Oh, rupanya film sedang rehat. Ah.. leganya.. Ada dua hal yang membuat saya lega, yaitu jaringan lancar sehingga Arif akan nyaman menyimak cerita Shimajiro, yang kedua waktu rehat dari penayangan film. Menurut saya ini menarik sekali, karena seperti kita tahu bahwa anak-anak memang sebaiknya dibatasi durasi menonton tayangan.

Untuk film online Shimajiro dan Nyanyian Paus ini, rehat tayang berlangsung selama 7 menit, kira-kira pada menit ke 30. Rehat atau jeda ini menyesuaikan dengan rentang atensi dan maksimum durasi menonton ideal bagi anak-anak. Selama rehat berlangsung, pada layar ditampilkan tulisan sedang rehat, dan tampak pembawa pengisi acara sedang tidur.

Shimajiro dan Nyanyian Paus

Selain cerita tentang penyelamatan seekor anak paus, tayangan film animasi anak ini juga disertai dengan games atau permainan. Ini juga poin plus dari sebuah tayangan untuk anak, dimana anak tetap diajak untuk aktif melakukan sesuatu, bukan hanya pasif menjadi penikmat tayangan. Dari sini ketrampilan interaksi mereka juga tetap terasah, karena pada tayangan ada pertanyaan dan ajakan untuk melakukan sesuatu.

Sepotong Cerita dari Shimajiro dan Nyanyian Paus

Film anak berdurasi 60 menit ini menceritakan tentang petualangan Shimajiro di laut dengan misi mencari ibu bayi paus yang tersesat dan terdampar di pantai. Shimajiro dan teman-temannya mengantar bayi paus yang bernama Kuu. Petualangan mereka mencari ibu paus makin seru dengan kapal selam milik Tuan Roarson yang mereka naiki.

Suasana sedikit tegang ketika muncul tokoh jahat si Kepiting Hantu. Mereka menghadapi rintangan dengan gagah berani, dan berhasil mengalahkan Kepiting Hantu. Lalu bagaimana dengan Kuu, apakah ia berhasil bertemu ibunya? Selengkapnya bisa menonton sendiri, yaa. Film ini masih akan diputar secara online dengan jadwal tayang tanggal 24, 25 dan tanggal 31 Oktober, serta tanggal 1, 7, dan 8 November.

Shimajiro movie promo

Ini dia jadwal tayang berikutnya

Harga Tiket Regular Rp. 64.000/ticket, Paket Rame A berisi 3 tiket, dan Paket Rame B berisi 5 tiket. Harga sudah termasuk 1 audiobook & 1 megaphone berikut ongkos pengiriman.

Ketika melihat drama musikal bawah laut, anak-anak juga akan diajak menari dan bernyanyi bersama Peri Laut. Ada juga Sutradara Kelomang dan Hama-chan yang menjadi pemandu tayangan film online.

Pengalaman Terbaik untuk Anak

Nah, teman-teman, sebagai orang tua kita pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Mengizinkan anak-anak bermain dengan gadget bukan masalah, asal ada pembatasan waktu, dan pilihan tayangan. Jangan lupa juga untuk tetap melakukan aktivitas fisik yang cukup dan selalu aktif berkomunikasi dengan keluarga. Pengalaman menonton film online seperti ini pasti akan sangat berguna bagi perkembangan bahasa dan sosial anak.
Selamat menonton!