merawat orang tua sakit_sitaturrohmah.com

Merawat orangtua (sumber foto: id.pinterest.com)

Mejadi tua adalah hal biasa yang tiap orang akan mengalaminya. Bedanya, reaksi masing-masing orang berbeda ketika menjalani proses ini. Ada yang menolak tua dengan tetap bergaya muda, mengikuti pola makan suka-suka. Namun ada pula yang menyadari perlu lebih hari-hati mengatur asupan nutrisi. Terlepas dari bagaimana tipikal orangtua, ketika sudah berusia senja maka anak-anak lah yang akan bertugas merawat orangtua ketika sakit.

Minggu lalu, ibu kami jatuh sakit. 6 orang anak berikut menantu bergantian mendampingi beliau di rumah sakit. Selama seminggu berada dalam pengawasan dokter, kondisi ibu membaik. Sekarang giliran kami yang akan menjadi perawat ibu di rumah. Dari pengalaman mendampingi ibu di rumah sakit dan merawat beliau di rumah, saya menuliskan tips-tips ini. Bagaimana merawat orangtua, terutama ketika sakit. Selamat membaca, ya.




Seni Merawat Orang Tua Sakit

1. Satu Suara

Bagi orangtua yang memilki satu atau dua anak, mungkin koordinasi akan mudah dilakukan. Tetapi kalau banyak anak tentu perlu ada kesepakatan agar semua satu suara. Bisa jadi perbedaan pendapat atau cara perlakuan bisa membuat orangtua bingung. Supaya mudah dan nyaman, baik untuk orangtua yang sakit atau yang mendapingi, perlu dilakukan beberapa hal berikut ini:

● Buat panduan untuk semua orang yang mendampingi

Panduan ini berisi hal-hal basic yang harus dilaksanakan seperti minum obat, makan, mandi, berjemur, dll. Dengan panduan yang berlaku bagi siapa saja, maka diharapkan tidak ada jadwal yang terlewat atau keliru. Kekeliruan bisa tidak mengganggu, tetapi jika berkaitan dengan hal penting seperti minum obat bisa berbahaya, kan?

Baca juga :  5 Cara Jitu Menghilangkan Noda Luntur pada Baju

● Jelaskan pada orangtua tentang kesepakatan bersama
Orangtua juga perlu diberi penjelassn bahwa sudah ada jadwal yang diketahui oleh semua pendamping. Jadi ketika sudah jadwal makan atau minum obat, tanpa menunggu pendamping tertentu kegiatan tetap bisa dilaksanakan.





● Buat jurnal laporan perkembangan kondisi.
Mungkin tidak setiap pergantian shift jaga,   pendamping orangtua mengingat apa yang sudah dilaksanakan. Sementara data kegiatan apa saja yang sudah dilakukan mutlak diperlukan. Nah, supaya tidak ada yang terlewat, akan lebih baik jika dibuat jurnal sederhana yang diisi oleh setiap pendamping. Pengisian jurnal bisa dengan tulisan rinci, atau menisi kolom-kolom pada kegiatan yang berbeda. Cara pengisiannya tinggal dichecklist setelah dilaksanakan, lalu ditambah jam pelaksanaan.

● Pastikan selalu ada yang mendampingi.
Hal ini wajib jika orangtua lebih banyak membutuhkan bantuan melakukan rutinitas harian. Sedangkan bagi orang tua yang masih bisa melakukan sendiri, pendamping lebih berperan sebagai teman.

Merawat orangtua sakit

Merawat orangtua sakit (sumber foto: id.pinterest.com)

2. Bahagiakan Hatinya

Ini yang lebih diperlukan ketika orangtua sakit. Bukankah sering kita baca slogan bahwa “Hati yang bahagis adalah obat”?. Untuk itu beberapa hal ini perlu diingat ketika mendampingi orangtua yang sedang sakit:

○ Perkataan yang lembut
semua pasti sepakat bahwa memang seharusnya berkata lembut pada orantua. Apalagi ketika dalam keadaan sakit, perlu banyak dihibur dan dibesarkan hatinya.

○ Bantu perlahan, bukan terburu-buru.
Pada saat sakit, mungkin ada beberapa hal yang biasanya dilakukan sendiri, menjadi perlu dibantu. Jika demikian, ada baiknya kita lakukan dengan perlahan. Bukan terburu-buru supaya cepat selesai

○ Jadilah pendengar yang baik.
Orangtua pasti akan menanyakan banyak hal, bercerita panjang lebar tentang sesuatu yag diingat. Meskipun kita berusaha menjadi pendengar yang baik, ada baiknya dikontrol juga frekuensi berbicara, supaya tidak terlalu lelah dan justru melemahkan kondisinya.

○ Pilihlah topik ringan untuk membuka obrolan.
Topik ringan diharapkan bisa membuat rileks, sebaliknya hindari topik berat yang bisa memengaruhi kondisi psikokogis. Bisa jadi ikut mendengar lalu berpikir tentang hal-hal berat bisa membuat gelisah dan kurang nyaman.

3. Perlakukan dengan sewajarnya

Merawat orangtua sakit_ibu

Merawat ibu ketika sakit (sumber foto: id.pinterest.com)

Maksudnya, perlakukan beliau seperti layaknya orangtua. Meskipun kondisinya lemah dan membutuhkan banyak bantuan, tetapi hindari memperlakukan orangtua seperti anak kecil. Terlalu banyak perintah dan larangan, atau menuntunnya untuk pekerjaan-pekerjaan ringan, sebaiknya dihindari.

☆ Biarkan mandiri sesuai kemampuan.
Kalau ditanya, orangtua kita pasti lebih memilih melakukan semua pekerjaan sendiri. Tidak mau dianggap lemah atau tak berdaya. Untuk itu, biarkan orantua melakukan apa yang diinginkan semampunya. Bantuan yang kita berikan lebih pada berjaga-jaga, kalau-kalau orangtua ternyata tidak mampu.





☆ Berikan bantuan pada saat diperlukan.
Jika orangtua meminta kita memberi pertolongan, maka lakukanlah segera. Terkadang pendamping tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu orangtua. Ketika ada permintaan inilah pendamping bisa lebih tahu apa yang dibutuhkan orangtua (untuk dibantu)

Baca juga : 

Apakah Kanker Payudara Bisa Diturunkan pada Anak Cucu? 

4. Ketika kerabat menjenguk

♡ Tetap dampingi orangtua ketika ada tamu atau kerabat yang menjenguk. Berinteraksi dengan orang lain, apalagi saudara pasti akan membuat orangtua lebih bahagia. Terkoneksi dengan sekitarnya adalah salah satu bukti bahwa orangtua masih punya arti (meskipun sebenarnya sampai kapan pun orangtua tak kan tergantikan di hati kita)
♡ Poisisikan orangtua pada tempat sebagai “tetua”. Maksudnya sosok yang dituakan, dipatuhi, diikuti perkatannya dan sebagai leader dari keluarga.

5. Setelah sehat kembali.

■ Ajaklah orangtua untuk kembali melakukan aktifitas harian seperti biasa. Mungkin bedanya kali ini perlu ada yang mendampingi.
■ Kembali pada rutinitas harian seperti semula bisa menjadi penyemangat untuk sehat.
■ Lakukan kotrol kesehatan ke dokter pada jadwal yang telah ditentukan.

Merawat orangtua setelah sehat

Merawat setelah sehat (sumber foto : id.pinterest.com)

 

Baiklah, itu tadi beberapa hal yang saya catat dari kesibukan saya dan saudara-saudara merawat orangtua. Jika sebagian orang mungkin menganggap merawat orang tua adalah pekerjaan yang melelahkan dan bikin repot, pendapat ini harus diubah.

Rumah akan penuh berkah manakala ada orangtua di dalamnya. Secara fisik mungkin lemah dan butuh bantuan, tetapi yakinlah doa dan restu orangtua adalah salah satu kunci sukses anak-anaknya.

“Rida Allah berdasarkan rida kedua orangtua, dan murka Allah adalah berdasar pada murka kedua orangtua”